blog punya ranchid kiki unyil: antara sejati dengan kenyataan

blog punya ranchid kiki unyil: antara sejati dengan kenyataan: "sejati itu murni. takkan pernah bias meskipun jaman mengubur dan memporakporandakan keistimewaan dari sejati itu sendiri. seperti tawa yang ..."

antara sejati dengan kenyataan

sejati itu murni.
takkan pernah bias meskipun jaman mengubur dan memporakporandakan keistimewaan dari sejati itu sendiri. seperti tawa yang mendayu dan tersirat oleh seorang awam, yang tak pernah mengerti bagaimana itu terlukiskan, namun karena kesejatiannya itulah ia mengerti bahwa tawa itu bukan sekedar hanya senyuman luas. namun senyum yang sebenarnya murni dari bilik tak ber-adam.
sedangkan kenyataan itu realita.
kenyataan itu berbicara jujur dalam setiap alurnya.
dalam hentakan nafas para penikmat malam yang seakan tak pernah tertidur oleh kelelahan yang tak bertuan. namun yang ada hanyalah kebenaran bahwa nyawa mereka telah usang.
kenyataan berbicara lantang dalam alam. alam yang senantiasa tak pernah buyar oleh kemegahan dunia yang berwarna, alam yang tak pernah ikut bahagia dalam proses menuanya, dan alam yang tak pernah meminta serakah dalam kerapuhan yang tiada duanya.

antara sejati dan kenyataan..
ketika seorang anak manusia tulus memberikan separuh jiwanya yang telah mati kepada kekasihnya, sangat sejati sehingga tak ada yang mampu mengalahkan ambisi serta impian mereka.
namun untuk yang kesekian kalinya, kenyataan berbicara dengan caranya..
kemyataan lah yang harus membuyarkan mimpi dan berperan menjadi sebuah titik diantara mereka, karena kenyataan akan berbicara dengan bahasanya, bahasa yang sangat menyakitkan.

dan pada akhirnya, kenyataanlah yang berbicara atas sandiwara ini.
meskipun kesejatian tak akan pernah lekang dari mulut jaman, namun realitas tetap akan selalu menang.

"______"
dear masalaluku..
aku tahu rasa sakitmu ini meskipun aku tak pernah mengerti seberapa sejatinya kamu untukku..
yang aku tahu, mimpi dan kenyataan kita saat ini sangat berbeda..
dan karna kenyataan inilah aku mencoba untuk mengerti, bahwa memang kita tak bisa lagi untuk bersama..
tersenyumlah..
karna aku tahu kamu bisa untuk meyakininya..

- DR Hanindita Rahady (Ranchid Kiki Unyil) -