blog punya ranchid kiki unyil: untuk semua masalaluku beserta dia yang saat ini m...

blog punya ranchid kiki unyil: untuk semua masalaluku beserta dia yang saat ini m...: Diruang tak berhawa Terkadang rasa ini menyelusup jauh kedalam relung yang mengelabui semua kerapuhan rasaku atas namanya... (maaf) Mu...

blog punya ranchid kiki unyil: teras istanaku, tentang kamuu..

blog punya ranchid kiki unyil: teras istanaku, tentang kamuu..: My Quotes: "Lemah tersukur layu.. Dalam biasnya asa yang tersirat dalam jiwa, aku terkulai lesu disudut harunya suasana.. Yaa, inilah aku...

teras istanaku, tentang kamuu..


My Quotes:

"Lemah tersukur layu..
Dalam biasnya asa yang tersirat dalam jiwa, aku terkulai lesu disudut harunya suasana..
Yaa, inilah aku apa adanya yang kembali bangkit dari keterpurukan yang dalam..
Kegalauan ini mulai terungkap ketika jiwa yang terseret dalam ketidakpastian mulai mengabadikan sebuah arogan yang tidak berdaya..
Disaat inilah aku mulai tersadar dalam sebuah pertanyaan yang mengibakan..
Aku terperanjak pada aura yang sangat menyesakkan, namun ketika saat itu juga aku mulai mengerti akan sebuah penantian..
Yaa sangat menyedihkan..
Apakah aku mulai menjadi pribadi yang membosankan..?!
Atau apakah aku hanya menjadi pribadi yang masih sama menjenuhkan..?!
Sama saja…
Disini aku dihadapkan pada sebuah pilihan yang menjadikan akal sehatku tak terluapkan.
Terasa sangat hambar dan sangat kaku sekali ketika aku mulai kembali menghancurkan sebongkah keangkuhan yang tak terungkapkan.
Yaa ini masih tetap saja aku…
Semakin membiusku dalam ketidakpastian yang tersudutkan, arrgghh semakin lama semakin kurasakan arti sebuah kearoganan...!!!

Dan pada akhirnya, aku sudah mulai terbiasa dengan keadaan ini..
Terbiasa dengan situasi yang membuatku enggan dan sering mengumpat semua imajinasi..
Aku lelah...
Sangat lelah....
Dan mulai berpikir untuk sejenak menghentikan semua ini... "
                                                           
- DR Hanindita Rahady -
08 01 2011 . 22:16 WIB



Lihat, dengar, dan rasakanlah apa yang telah kita miliki. Hanya kekosongan terselimuti oleh ribuan pertanyaan yang tak lagi dapat diartikan oleh akal sehat yang murni. Diantara serpihan yang menyelusup halus disela-sela organ yang kita punya, masih terdapat satu rasa yang mampu kita tawarkan sejak dini, cinta...

Perhatikanlah apa yang akan terjadi...


DR Hanindita Rahady
30 10 2011 . 19:06 WIB

untuk semua masalaluku beserta dia yang saat ini menjagaku...


Diruang tak berhawa


Terkadang rasa ini menyelusup jauh kedalam relung yang mengelabui semua kerapuhan rasaku atas namanya... (maaf)

Mungkin ini yang terbaik dari apapun yang pernah kita lakukan...
Dan demi apapun yang sempat kita semburatkan untuk tetap bersama semuanya mampu terkikis oleh satu bayang… (dia)

Jangan pernah lagi mengingatkan aku tentang janji itu...
Semua hilang bersama kesakitanku yang saat ini berbalik melukaimu…(maaf)

Ini bukan tulisanku yang kutujukan untuk semua awam yang menggemaku...
Ini juga bukan untuk sesuatu harapan atas salah satu target masa depanku...
Namun ini rintihanku….
Kesakitanku karena pernah menyanjungmu…
Dan  keputusasaanku atas semua sikap mu saat ini…
Percaya atau tidak, inilah pilihanku….

Pilihanku untuk meninggalkanmu dan untuk semua ketidakberdayaan perasaanku atas perasaanku terhadap dia….
Semoga ini terbaik untuk kita….
Dan untukku dengannya………

terima kasih untuk semua pengertianmu atas keputusanku...


DR Hanindita Rahady
Februari, 12 2011
dalam ketakjubanku dengan kelemahanku

kembalinya kamu dalam imajinasiku...

dalam keluapan resah yang mulai membayangkanmu dari sebuah ketiadaan, saat itulah sebuah rona dalam penghayatan seluruh keawaman mulai tak tertahan dalam setiap resah yang tak bertuan.....
saat itulah nurani akan sosokmu yang telah lama menghilang mulai kembali hadir dalam rintiknya hujan yang menyemaikan seluruh keabadian....

terkadang ketika singgasana mulai menampakkan jatidirinya yang sangat luarbiasa, mungkin seketika itu juga akan mulai menenggelamkan hasrat yang tak tertahan...
yeahhh...

kamu datang dalam imajinasiku yang telah lama menghilang....
sosok yang tak akan pernah kulukiskan meskipun rongga dalam kehimpitan kematian itu mulai nyata menghadap sang awam....


DR Hanindita Rahady

terima kasih karena telah memberi ketakjuban atas semua rasa yang mengesankan......