bulan mu ada bintang ku

semua mulai terasa samar, rasa sesak itu, rasa tak terarah itu.
ya, tak terarah..
hampir 20tahun kusimpan rapat rapat perasaan ini, hingga bibir ini pun masih kelu untuk sekedar mengeja apa yang terasa.
ya, sesak..
seiring keyakinan ku untuk terus bersembunyi dari kerinduan yang terkadang membunuhku, perlahan.
seiring waktu yang sebenarnya telah ku sia-sia kan untuk terus berharap bahwa kamu akan kembali pada diri ini, di masa depan.
namun jika memang sampai detik ini aku masih tak mampu untuk merelakan apa yang seharusnya, lalu bagaimana aku bisa menjalani jeda yang masih tersisa?
rindu ini tak berat, namun menyiksa.
rindu ini tak sakit, namun selalu ada.
meski tak ada ruang lagi untukmu aku selipkan, namun bayangmu tetap tak mampu tuk aku hilangkan.
kamu tak nyata, tapi imajinasi dan fantasi tentang mu selalu muncul dan membuatku tak berdaya.
kamu siapa.
aku siapa.
kamu dimana.
aku dimana.
bahkan meskipun aku bisa untuk melarikan diri dalam berjuta-juta tahun cahaya pun, aku masih tak mengerti mengapa nama mu selalu ada. ‘Happy Birthday My Star’
DR Hanindita Rahady
19 April 2018   01.59wib