blog punya ranchid kiki unyil: M E N D U A . . . . .
blog punya ranchid kiki unyil: M E N D U A . . . . .: Aku mulai menemukannya.. Sosok pria setengah dewasa dibalut oleh sikap misteriusnya, cara bicara kakunya, tatapan sendunya, senyum kesederh...
M E N D U A . . . . .
Aku mulai menemukannya..
Sosok pria setengah dewasa dibalut oleh sikap misteriusnya, cara bicara kakunya, tatapan sendunya, senyum kesederhanaannya, dan... ya dia berbeda...
Terlalu sangat istimewa tepatnya...
Dilain hati.. masih ada kamu disanaa...
Kamu yang juga berbeda...
Argghh..!!!
Semua ini memuakkan..
Mengibaskanku jauh kesudut jengkal yang menyakitkan...
Memaksaku bersandar pada suatu kekelaman...
Memutarku secara perlahan kedalam pertentangan keegoisan...
Hingga kutersadar ada yang beradu didalamnya... beradu untuk menjadi nyata...

"Ya, aku menginginkannya! Bahkan teramat sangat menginginkannya! ", ucapku ketus pada nurani yang tersisa.
Dan sederhananya ialah, saat ini aku sudah sangat G i L A ...!!
Sebentar saja, meskipun hanya sedetik tolong ijinkan aku untuk mendua.....
Maaf, aku benar-benar menggilainya.....
Sangat menggilainya.....
DR Hanindita Rahady
02 06 2012 . 04:11WIB
Sosok pria setengah dewasa dibalut oleh sikap misteriusnya, cara bicara kakunya, tatapan sendunya, senyum kesederhanaannya, dan... ya dia berbeda...
Terlalu sangat istimewa tepatnya...
Dilain hati.. masih ada kamu disanaa...
Kamu yang juga berbeda...
Argghh..!!!
Semua ini memuakkan..
Mengibaskanku jauh kesudut jengkal yang menyakitkan...
Memaksaku bersandar pada suatu kekelaman...
Memutarku secara perlahan kedalam pertentangan keegoisan...
Hingga kutersadar ada yang beradu didalamnya... beradu untuk menjadi nyata...

"Ya, aku menginginkannya! Bahkan teramat sangat menginginkannya! ", ucapku ketus pada nurani yang tersisa.
Dan sederhananya ialah, saat ini aku sudah sangat
Sebentar saja, meskipun hanya sedetik tolong ijinkan aku untuk mendua.....
Maaf, aku benar-benar menggilainya.....
Sangat menggilainya.....
DR Hanindita Rahady
02 06 2012 . 04:11WIB
in memoriam of you, my star 'Putra Ari Yoga Wibowo' (19 April 1988 - 26 Agustus 2002)
well, Happy Birthday my beloved star... :*
Tentang sebuah rasa cinta yang tertinggal...
[aku mulai cerita ahhh...]
hai.. aku ran.
kalian tahu, hari ini ulang tahunnya 'ARI' ku tersaiiannkk lho... :*
wew, akunya lagi ga mau nulis tentang kalimat-kalimat yang terlalu berat kali ini, akunya lagi pengen santai aja ahh... hhuuaaakakakakakkaaa.... :DDD
[seriusss.]
hai ari...
apa kabar...
kangen akunya pas terakhir kali lihat 'BINTANG' sama kamuu....
yupp, hari itu tepat tanggal 25 Agustus 2002 yaa... :)
kamu tunjukkin 'tiga bintang' itu, tiga bintang yang masih terlihat jelas sampai saat ini...
akuu masih inget dengan jelas gimana muka kamuu yang polos itu lho.... :D
hhuuuaaaaaa terus kamuuu nyuruhh aku masuk mobil, cuma mau bilang kalo kamuu suka ngeliat gerimis dari balik kaca mobil....
"aku suka gerimis..", katamu lirih.
gerimis lebih romantis daripada hujan.... :)
akuuu masih inget gimana ejaan kamu yang polos itu.... :D
dan tiba-tiba untuk pertama kalinya ada orang yang bilang kata mati didepanku...
untuk seusia kita waktu itu (kelas 1 SMP), kalimat dengan hal-hal itu masih bener-bener tabu sayang... :)
dan bodohnya aku, aku gak bisa menangkap dari semua artian keanehanmu itu....
dan paginya....
kamu menghilang....
pergi jauh dari duniakuu, selamanyaa..... :)
nyesek ar....
sakiittt..... :)
yaa, akuu terima ar...
walaupun jujur aja waktu seusia labil seperti itu, sangat berat....
sesuai permintaanmu, aku gak datang ngeliat kamuu untuk yang terakhir kali...
sesuai permintaanmu pun juga, sampai saat ini aku masih belum tahu dimana nisanmu....
dan sesuai permintaanmu pun juga, akuu masih setia disini, setia menunggu malam dengan adanya 'tiga bintang' itu...
bertahun-tahun akuu simpan semua ini ar...
sampai saat ini..
tepat hampir 10 tahun kepergianmuu...
yaa, aku masih tetap merasa kamu ada ditiap gerimis-gerimis itu...
aku masih tetap menanti kamu ada ditiap tiga bintang diantara beribu bintang disana...
aku masih tetap menunggu kamu ada ditiap hari-hari istimewaku...
aku masih tetap berharap kamu ada ditiap sesak napas yang menjengkalkan rasa sakit yang mulai semakin nyata...
dan aku masih tetap mencari sebait namamu dalam nisan yang nantinya akan kulantunkan doa untukmu...
well, aku tetap baik-baik aja kok....
selalu akan tetap baik-baik aja...
seperti kamu yang pastinya akan selalu baik-baik aja disana, disurga... :)
your favorite song's : Goodbye - Air Supply
I can see the pain living in your eyes
And I know how hard you try
You deserve to have much more
I can feel your heart and I simpathize
And I'll never criticize
All you've ever meant to my life
I don't want to let you down
I don't want to lead you on
i don't want to hold you back
From where you might belong
You would never ask me why
My heart is so disguised
I just can't live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There's nothing left to say but goodbye
You deserve the chance at the kind of love
I'm not sure i'm worthy of
Losing you is painful to me
# Happy Birthday... :)
# RIP My Beloved Star, Putra Ari Yoga Wibowo... :*
ketidakwarasanku tentang dirimu selalu akan tetap abadi dalam tulusnya doaku untukmu...
ketersaktanku tentang asamu selalu akan tetap menggubah semua haluan aroma kematianku...
dan ke-adaannya aku dalam hidupku selalu akan tetap mengalir seluruh nafas tepian mimpimu...
selalu dan selalu tetap menempatkanmu pada relung hati terindahku...
sayang kamu...
dulu, sekarang dan seterusnya....
selamanya....
(DR Hanindita Rahady - Ranchid Kiki Unyil Piyopiyoo)
terima kasih untuk semua rasa... :)
DR Hanindita Rahady
18 04 2012 . 23:57 WIB
18 04 2012 . 23:57 WIB
A W A K E N I N G
Dan ketika ketakutan ini memasuki zona kelemahanku,
terasa sangat angkuh kuperjuangkan apa yang kupertahankan dalam kalbu..
Dalam tepian aroma kenikmatan yang sempat kudapat dari nafas kehidupanku,
semakin membebankan aku dengan kebusukan pikiran-pikiran yang menggangguku..
Aku sadar bahwa hidup bukanlah sesuatu hal yang sangat kompleks dan dapat kita temukan apa makna yang sebenarnya..
Tetapi jika kesakitan ini secara bergantian menggerogoti ragaku, dapat kupastikan bahwa perang yang sesungguhnya akan segera dimulai..
Antara aku dan kamu rasa sakit yang tak bersahabat denganku..
DR Hanindita Rahady
24 03 2012 . 12:16 WIB
Liukan Pada Imajinasi..
disini ku mulai mengudara.. bukan karena adanya ketololan pikiran yang menjadikan gaya gravitasi ini sempat membalikkan sudut pandangku dalam "ilmu pasti" yang terasa, namun aku mengudara bebas kedalam rautan asa yang paling dalam dan membutakan kelunglaianku menuju imajinasi pensugestian yang kental...
sesaat kuingin terhempas keras dan tergeletak meronta sehingga kelemahan ini sanggup menerka kadar kerapuhannya, dan terkadang juga kuingin melesat jauh pada irama-irama yang tak bertuan dan menjadikanku ada...
ya, kumulai berputar... meliuk-liuk tajam dengan pengendalian diri yang masih sangat frontal... merasakan segala sesuatu pada jalur pikir yang tak seharusnya, mendekap hangat pada bayangan kalbu yang membelalakkan kedamaian maya, dan menelusup halus pada dinding jaman yang pastinya telah rusak terjejal oleh nafsu dunia...
akal dan logika tak lagi menenangkan segala gambaran atas melayangnya rasaku... mencoba untuk tersadar dan kembali mengakali sikap rasional ini menjadi sebuah konteks yang benar namun berat... sangat berat sehingga aku sendiripun tak mampu lagi untuk menjanjikan adanya keringanan hembusan nafas pada rongga dada yang telah pengap...
okee... rilekss.... calm down... tenang....
dan sekarang waktunya untuk berhenti mengakali pikiran warasmu sendiri Ran...
DR Hanindita Rahady
Semalam, 09 02 2012 . 14:41 WIB
sesaat kuingin terhempas keras dan tergeletak meronta sehingga kelemahan ini sanggup menerka kadar kerapuhannya, dan terkadang juga kuingin melesat jauh pada irama-irama yang tak bertuan dan menjadikanku ada...
ya, kumulai berputar... meliuk-liuk tajam dengan pengendalian diri yang masih sangat frontal... merasakan segala sesuatu pada jalur pikir yang tak seharusnya, mendekap hangat pada bayangan kalbu yang membelalakkan kedamaian maya, dan menelusup halus pada dinding jaman yang pastinya telah rusak terjejal oleh nafsu dunia...
akal dan logika tak lagi menenangkan segala gambaran atas melayangnya rasaku... mencoba untuk tersadar dan kembali mengakali sikap rasional ini menjadi sebuah konteks yang benar namun berat... sangat berat sehingga aku sendiripun tak mampu lagi untuk menjanjikan adanya keringanan hembusan nafas pada rongga dada yang telah pengap...
okee... rilekss.... calm down... tenang....
dan sekarang waktunya untuk berhenti mengakali pikiran warasmu sendiri Ran...
DR Hanindita Rahady
Semalam, 09 02 2012 . 14:41 WIB
- Hukum Pada Pensugestian Rasaku -
"Sidang Nile secara tak terduga dan eksplosif mengungkapkan rahasia-rahasia kelam mereka. Hukum dan ritual-ritual misteriusnya ternyata mempengaruhi kehidupan nyata mereka. Hukum juga menimbulkan rangkaian pertanyaan provokatif mengenai arti masa lalu dan bayang-bayang kelam yang ditimbulkannya di masa sekarang."
( The Laws Of Our Fathers - Scoot Turow )
"...Hukum juga menimbulkan rangkaian pertanyaan provokatif mengenai arti masa lalu dan bayang-bayang kelam yang ditimbulkannya di masa sekarang." Sebegitu erat kah hubungan antara Hukum antara masa lalu dengan masa sekarang??
Sehingga mungkin akan terjadi belokan besar pada perbedaan antara mana yang 'telah usai' dan mana yang 'telah dimulai'.
Ya. Kedua hal itu memang memiliki artian yang berbeda. Namun ada sesuatu mengenai artian lain pada kedua kalimat itu dalam kepribadian lainku. Yang lebih mengkontekskan artian kearah penekanan dari perilaku, cara pikir, temperamen dasar dan tentu saja pengendalian diri yang menuntut untuk tetap bermain 'apik' dalam kondisi yang menyesakkan pastinya.
Seperti semalam saat aku sedang bercerita kepada sahabatku @Fan_isBeingOK , tentang pola pikir yang membedakan antara 'menikmati'; 'menjalani', dan 'menjadikan rileks' terhadap situasi kalut dan beradu pada penantian jawaban (butuh kepastian).
Dan dari semua yang telah kita bicarakan, intinya ialah kembali lagi pada penguasaan 'aku' dalam ke-empat ornamen penting dalam pensugestian. Ya. Kembali lagi pada penekanan dari perilaku, cara pikir, temperamen dasar dan tentu saja pengendalian diri yang 'tetap' menuntut untuk tetap bermain 'apik' meskipun dalam kondisi yang menyesakkan, mungkin.
DR Hanindita Rahady
09 02 2012 . 12 56 WIB
Langganan:
Komentar (Atom)

