Tampilkan postingan dengan label black. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label black. Tampilkan semua postingan
(MASIH) AKU, KAMU, DAN DIA..



Aku..

Akan tetap berusaha menjadi Bunga Dandelion untukmu..
Dan Kamu..
Tetap akan menjadi Bunga Edelweis dalam hati dan kenanganku..

Yaa..
Kamu dan aku telah terpisah jauh..
Tak mungkin bertemu..
Meskipun aku terbang mengikuti kemana angin kehidupan berhembus, kamu akan tetap selalu berada jauh di 'ketinggian' dari batas 'jangkauanku'..

Yaa..
Kamu akan selalu abadi disana..
Dan juga akan tetap selalu ada dihati ini tentunya..

Dandelion-mu..
Edelweis-ku..

Hai kamu 'edelweis' ku..
Iyaa itu kamu, 'ARI' ku..
Lihatlah aku dari surga..
Yaa, disini aku telah 'mengikhlaskanmu' dan dapat kupastikan bahwa aku tetap Bahagia..

Bahagia bersama DIA..

Iyaa, dia..
Dia yang saat ini merengkuhku dan mampu menggapai 'terbang' nya serpihanku bersama asa..
Dan dia yang akan tetap memberiku segenggam Bunga Edelweis ini disela sentuhannya agar 'keabadian' dari kenangan kita tetap dapat ku kenang tanpa mengabaikan sebuah rasa ku untuknya..
smile emotiWell, selamat Hari Sabtu.. 


Selamat meluangkan dan menghabiskan waktu yang berkualitas bersama dengan 'wajah hidup' sumber semangat dan hidup kalian..

Siapapun, dimanapun, bagaimanapun, dan apapun itu, KITA semua memang pantas untuk Bahagia..

Bismillahirrohmanirrohim.. smile emotikon

DR Hanindita Rahady
25 04 2015 . 18:44WIB

M E N D U A . . . . .

Aku mulai menemukannya..
Sosok pria setengah dewasa dibalut oleh sikap misteriusnya, cara bicara kakunya, tatapan sendunya, senyum kesederhanaannya, dan... ya dia berbeda...
Terlalu sangat istimewa tepatnya...

Dilain hati.. masih ada kamu disanaa...
Kamu yang juga berbeda...

Argghh..!!!
Semua ini memuakkan..
Mengibaskanku jauh kesudut jengkal yang menyakitkan...
Memaksaku bersandar pada suatu kekelaman...
Memutarku secara perlahan kedalam pertentangan keegoisan...
Hingga kutersadar ada yang beradu didalamnya... beradu untuk menjadi nyata...



"Ya, aku menginginkannya! Bahkan teramat sangat menginginkannya! ", ucapku ketus pada nurani yang tersisa.

Dan sederhananya ialah, saat ini aku sudah sangat  G i L A ...!!

Sebentar saja, meskipun hanya sedetik tolong ijinkan aku untuk mendua.....

Maaf, aku benar-benar menggilainya.....

Sangat menggilainya.....


DR Hanindita Rahady

02 06 2012 . 04:11WIB

A W A K E N I N G


Dan ketika ketakutan ini memasuki zona kelemahanku,

terasa sangat angkuh kuperjuangkan apa yang kupertahankan dalam kalbu..
Dalam tepian aroma kenikmatan yang sempat kudapat dari nafas kehidupanku,
semakin membebankan aku dengan kebusukan pikiran-pikiran yang menggangguku..

Aku sadar bahwa hidup bukanlah sesuatu hal yang sangat kompleks dan dapat kita temukan apa makna yang sebenarnya..
Tetapi jika kesakitan ini secara bergantian menggerogoti ragaku, dapat kupastikan bahwa perang yang sesungguhnya akan segera dimulai..


Antara aku dan kamu rasa sakit yang tak bersahabat denganku..

DR Hanindita Rahady

24 03 2012 . 12:16 WIB

Liukan Pada Imajinasi..

disini ku mulai mengudara.. bukan karena adanya ketololan pikiran yang menjadikan gaya gravitasi ini sempat membalikkan sudut pandangku dalam "ilmu pasti" yang terasa, namun aku mengudara bebas kedalam rautan asa yang paling dalam dan membutakan kelunglaianku menuju imajinasi pensugestian yang kental...
sesaat kuingin terhempas keras dan tergeletak meronta sehingga kelemahan ini sanggup menerka kadar kerapuhannya, dan terkadang juga kuingin melesat jauh pada irama-irama yang tak bertuan dan menjadikanku ada...
ya, kumulai berputar... meliuk-liuk tajam dengan pengendalian diri yang masih sangat frontal... merasakan segala sesuatu pada jalur pikir yang tak seharusnya, mendekap hangat pada bayangan kalbu yang membelalakkan kedamaian maya, dan menelusup halus pada dinding jaman yang pastinya telah rusak terjejal oleh nafsu dunia...
akal dan logika tak lagi menenangkan segala gambaran atas melayangnya rasaku... mencoba untuk tersadar dan kembali mengakali sikap rasional ini menjadi sebuah konteks yang benar namun berat... sangat berat sehingga aku sendiripun tak mampu lagi untuk menjanjikan adanya keringanan hembusan nafas pada rongga dada yang telah pengap...
okee... rilekss.... calm down... tenang....
dan sekarang waktunya untuk berhenti mengakali pikiran warasmu sendiri Ran...


DR Hanindita Rahady
Semalam, 09 02 2012 . 14:41 WIB

- Hukum Pada Pensugestian Rasaku -

"Sidang Nile secara tak terduga dan eksplosif mengungkapkan rahasia-rahasia kelam mereka. Hukum dan ritual-ritual misteriusnya ternyata mempengaruhi kehidupan nyata mereka. Hukum juga menimbulkan rangkaian pertanyaan provokatif mengenai arti masa lalu dan bayang-bayang kelam yang ditimbulkannya di masa sekarang."
( The Laws Of Our Fathers - Scoot Turow ) 

"...Hukum juga menimbulkan rangkaian pertanyaan provokatif mengenai arti masa lalu dan bayang-bayang kelam yang ditimbulkannya di masa sekarang." Sebegitu erat kah hubungan antara Hukum antara masa lalu dengan masa sekarang?? 

Sehingga mungkin akan terjadi belokan besar pada perbedaan antara mana yang 'telah usai' dan mana yang 'telah dimulai'. 

Ya. Kedua hal itu memang memiliki artian yang berbeda. Namun ada sesuatu mengenai artian lain pada kedua kalimat itu dalam kepribadian lainku. Yang lebih mengkontekskan artian kearah penekanan dari perilaku, cara pikir, temperamen dasar dan tentu saja pengendalian diri yang menuntut untuk tetap bermain 'apik' dalam kondisi yang menyesakkan pastinya. 

Seperti semalam saat aku sedang bercerita kepada sahabatku @Fan_isBeingOK , tentang pola pikir yang membedakan antara 'menikmati'; 'menjalani', dan 'menjadikan rileks' terhadap situasi kalut dan beradu pada penantian jawaban (butuh kepastian). 

Dan dari semua yang telah kita bicarakan, intinya ialah kembali lagi pada penguasaan 'aku' dalam ke-empat ornamen penting dalam pensugestian. Ya. Kembali lagi pada penekanan dari perilaku, cara pikir, temperamen dasar dan tentu saja pengendalian diri yang 'tetap' menuntut untuk tetap bermain 'apik' meskipun dalam kondisi yang menyesakkan, mungkin.


DR Hanindita Rahady
09 02 2012 . 12 56 WIB