disini ku mulai mengudara.. bukan karena adanya ketololan pikiran yang menjadikan gaya gravitasi ini sempat membalikkan sudut pandangku dalam "ilmu pasti" yang terasa, namun aku mengudara bebas kedalam rautan asa yang paling dalam dan membutakan kelunglaianku menuju imajinasi pensugestian yang kental...
sesaat kuingin terhempas keras dan tergeletak meronta sehingga kelemahan ini sanggup menerka kadar kerapuhannya, dan terkadang juga kuingin melesat jauh pada irama-irama yang tak bertuan dan menjadikanku ada...
ya, kumulai berputar... meliuk-liuk tajam dengan pengendalian diri yang masih sangat frontal... merasakan segala sesuatu pada jalur pikir yang tak seharusnya, mendekap hangat pada bayangan kalbu yang membelalakkan kedamaian maya, dan menelusup halus pada dinding jaman yang pastinya telah rusak terjejal oleh nafsu dunia...
akal dan logika tak lagi menenangkan segala gambaran atas melayangnya rasaku... mencoba untuk tersadar dan kembali mengakali sikap rasional ini menjadi sebuah konteks yang benar namun berat... sangat berat sehingga aku sendiripun tak mampu lagi untuk menjanjikan adanya keringanan hembusan nafas pada rongga dada yang telah pengap...
okee... rilekss.... calm down... tenang....
dan sekarang waktunya untuk berhenti mengakali pikiran warasmu sendiri Ran...
DR Hanindita Rahady
Semalam, 09 02 2012 . 14:41 WIB
- Hukum Pada Pensugestian Rasaku -
"Sidang Nile secara tak terduga dan eksplosif mengungkapkan rahasia-rahasia kelam mereka. Hukum dan ritual-ritual misteriusnya ternyata mempengaruhi kehidupan nyata mereka. Hukum juga menimbulkan rangkaian pertanyaan provokatif mengenai arti masa lalu dan bayang-bayang kelam yang ditimbulkannya di masa sekarang."
( The Laws Of Our Fathers - Scoot Turow )
"...Hukum juga menimbulkan rangkaian pertanyaan provokatif mengenai arti masa lalu dan bayang-bayang kelam yang ditimbulkannya di masa sekarang." Sebegitu erat kah hubungan antara Hukum antara masa lalu dengan masa sekarang??
Sehingga mungkin akan terjadi belokan besar pada perbedaan antara mana yang 'telah usai' dan mana yang 'telah dimulai'.
Ya. Kedua hal itu memang memiliki artian yang berbeda. Namun ada sesuatu mengenai artian lain pada kedua kalimat itu dalam kepribadian lainku. Yang lebih mengkontekskan artian kearah penekanan dari perilaku, cara pikir, temperamen dasar dan tentu saja pengendalian diri yang menuntut untuk tetap bermain 'apik' dalam kondisi yang menyesakkan pastinya.
Seperti semalam saat aku sedang bercerita kepada sahabatku @Fan_isBeingOK , tentang pola pikir yang membedakan antara 'menikmati'; 'menjalani', dan 'menjadikan rileks' terhadap situasi kalut dan beradu pada penantian jawaban (butuh kepastian).
Dan dari semua yang telah kita bicarakan, intinya ialah kembali lagi pada penguasaan 'aku' dalam ke-empat ornamen penting dalam pensugestian. Ya. Kembali lagi pada penekanan dari perilaku, cara pikir, temperamen dasar dan tentu saja pengendalian diri yang 'tetap' menuntut untuk tetap bermain 'apik' meskipun dalam kondisi yang menyesakkan, mungkin.
DR Hanindita Rahady
09 02 2012 . 12 56 WIB
Langganan:
Komentar (Atom)