teriakan kesakitanku yang tak terlihat -part1-

> aku masih kuat dan sanggup untuk tersenyum, Tuhan.. <



:: ketika kamu baru saja mengerti akan indahnya hidup yang harus disyukuri, ketika itu juga kamu harus rela meninggalkan semua rasa ini.. sendiri dalam lorong yang kelam, bagaikan seperti menunggu sebuah kematian ::





‎:: untuk yang kesekian kalinya akan tetap aku lanjutkan, bagaimana rasanya hidup dengan keputus asaan.. sempat berpikir untuk menghilang dengan caraku sendiri, namun terlihat sangat tak mempunyai arti.. pemikiran yang tak bertuan ini semakin memperjelaskan arti sebuah nafas yang tak panjang.. mungkin ada lebih baiknya untuk menyendiri dan mencoba menerima semua takdir ini.. aku harus kuat..!! ::








‎:: rasa sakit ini perlahan-lahan menelanjangi semua memory di otakku.. sangat ironis sekali ketika menyadari bahwa aku semakin lemah dan tak ada yang bisa aku lakukan ::







:: tawa ini mungkin palsu jika dibandingkan dengan senyuman datar yang ada pada bilik keapaadaan.. namun setidaknya aku pernah merasakan apa yang kalian lakukan ::








‎:: akhirnya aku mengerti apa arti sebuah pelukan.. namun semakin aku menyadari akan arti sebuah penderitaan, pelukan ini tak begitu sangat aku butuhkan... aku hanya ingin dukungan dan bukan belas kasihan.. sangat sulit kali ini.. namun kupastikan senyumku ini takkan pernah usai meskipun esok hanya menjadi sebuah kenangan ::






:: seteguh apa diri anda ketika anda menyadari bahwa anda tidak dapat menikmati semua ini lagi...?? seperti hidup bahagia namun tidak pernah mempunyai pilihan... pasrahkah... atau mengiba kah anda.. selamat, anda termasuk orang-orang yang beruntung karna tidak pernah dihadapkan oleh situasi yang SANGAT MENYESAKKAN ini ::






‎:: bibirku kelu.. rasanya ingin mengumpat berbagai ucapan kotor untuk semuanya.. namun karna hati inilah aku megalah.. mengalah dan mencoba untuk memulai menerima semuanya... sendiri disini... sepi.. sunyi... sepertinya aku sudah mengetahui bagaimana rasanya nanti bila ini memang terjadi ::






‎:: akhirnya aku teteskan airmata ini sekali lagi.. aku ingin lepaskan semuanya.. jangan coba menghalangiku untuk berhenti melepaskan semua asa.. ::





:: mencoba menbangun harapanku sendiri.. karna aku tahu, harapan itu akan selalu memanduku ::






:: ketika akal tak bisa lagi untuk mencerna apa yang diharapkan... dan ketika raga mulai usang oleh ketidakmampuan... semoga apa yang aku lakukan dapat menaklukkan pikiran-pikiran mematikan ::




:: harapan penuh tujuan.. ketika tuhan snantiasa bekali nuranimu.. bukan penyesalan atau isapan air mata, bukan kesah yg makin meriah.. semoga Gusti Allah menuntunmu ketika gelap menerpamu.. ketika cahaya silaukan batinmu.. ketika ambisi racuni akalmu ::



:: hanya hamba yang cerdas yang mampu menilai dengan realitas.. dan berpikir tanpa batas syukuri apa yg nyata ::





: ketika raga ini lemah tersungkur oleh kelamnya malam.. pucat namun tetap akan selalu terlihat menyegarkan.. seperti memandang cahaya yang meredup kian sempurna.. selalu tampak menyedihkan tetapi akan tetap bergejolak oleh parasnya ketidakberdayaan ::




- DR Hanindita Rahady (Ranchid Kiki Unyil) -




Tidak ada komentar: